SELAMAT DATANG DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH BALAI BENIH TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN

UPTD BBTPHBUN sebagai unit teknis operasional perbenihan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, Memiliki fungsi dan tugas melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang serta Urusan Pemerintahan bidang Pertanian yang bersifat pelaksanaan dari Dinas dalam perbanyakan/produksi, rekomendasi teknis penangkaran dan sertifikasi benih sumber tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan yang berasal dari Varietas Unggul. UPTD juga sering di sebut sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas, dipimpin oleh Kepala unit yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati.

DINAS PERTANIAN Youtube UPTD BBTPHBUN Youtube

Alur dan Produk serta Mitra

Alur Permohonan Benih

Next,...

Baca Lebih Lanjut

Alur Sertifikasi Mutu Benih

Next,...

Baca Lebih Lanjut

Produk

Next,...

Baca Lebih Lanjut

Mitra Pengkar Benih

Next,...

Baca Lebih Lanjut

Mitra Toko

Next,...

Baca Lebih Lanjut

Sekilas Hari Ini

Minggu, 05 Maret 2023

FASE PERTUMBUHAN PADI DAN KEBUTUHAN PUPUK BERIMBANG



FASE PERTUMBUHAN PADI DAN KEBUTUHAN PUPUK BERIMBANG

 

A.   Fase Pertumbuhan

 

Pada pertanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan, yaitu :

1.    fase vegetatif (0-60 hari),

2.    fase generatif (60-90 hari), dan

3.    fase pemasakan (90-120 hari). 

 

Kebutuhan air pada ketiga fase tersebut  bervariasi yaitu pada :

a.    fase pembentukan anakan aktif,

b.    anakan maksimum,

c.     inisiasi pembentukan malai,

d.    fase bunting dan

e.    fase pembungaan

 

Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman dari mulai berkecambah sampai dengan inisiasi primordia malai : fase reproduktif dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga (heading) dan pemasakan dimulai dari berbunga sampai masak panen. Untuk suatu varietas berumur 120 hari yang ditanam di daerah tropik, maka vase vegetatif memerlukan 60 hari, fase reproduktif 30 hari, dan fase pemasakan 30 hari.

 

Beberapa tindakan yang perlu dilakukan pada masing masing fase pertumbuhan.

 

1.    Fase Vegetatif (0-60 hst)

 

Fase vegetative  bibit  berkisar  antara 1 hari setelah sebar sampai 30 hari setelah sebar. Pada fase ini sering sekali petani mengabaikan tentang pentingnya mengenal dan menerapkan teknologi teknologi yang tepat sehingga waktu/umur tanaman tidak terbuang dengan sia –sia. 

 

Contoh  di sebagian petani ada yg memakai fase semai bibit mencapai 30 hss. Disini terlihat petani akan mengalami berkurangnya masa vegetative pada pembentukan anakan  karena hanya memiliki masa vegetative yang tersisa 30 hari saja. Waktu 30 hari tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk pembentukan anakan tetapi dikurangi lagi dengan waktu pemulihan dari stress pencabutan bibit yang berkisar antara 7 hari sampai 10 hari tergantung  perlakuan bibit pada saat pencabutan. Jika pencabutan dilakukan pada saat kondisi air kurang dan dilakukan secara rampasan serta bibit padi dipukul maka perlu waktu sekitar 10 hari untuk kembali normal.  Sehingga waktu efisien yang digunakan untuk pembentukan anakan hanya 20 hari.

 

Berbeda jika petani memakai bibit muda atau penanaman bibit padi dengan umur 14 hari setelah semai, masa pegetatif menjadi lebih panjang dan umumnya kurang mengalami stress.  Pemakaian bibit muda umumnya petani bersikap lebih hati hati dibanding dengan pemakaian bibit umur diatas 21 hari.  Biasanya pemakaian bibit muda selalui dipadukan dengan beberapa teknologi terapan sederhana  terhadap bibit padi seperti teknologi semai kering atau pengambilan bibit dengan mengunakan sabit (pada semai basah) atau persemaian dengan mengunakan jaring.  Pemakaian bibit muda akan memperpanjang  fase pertumbuhan vegetative menjadi 46  hari, sehinga anakan yang terbebtuk memiliki peluang lebih banyak jika dibandingan dengan pemakaian bibit umur 30 hss.

 

Beberapa hal yang penting yang harus dilakukan pada fase vegetative bibit :

 

Ø  persemaian harus dilakukan dibawah umur 14 hari.

 

Ø  perlakuan bibit dengan perendaman insektisida/fungisida baik alami atau non alami harus dilakukan.

 

Ø  pemupukan bibit sebaiknya dilakukan pada media tanam dengan mengunakan pupuk lengkap bukan dilakukan pada bibit dipersemaian.

 

Ø  Fase vegetative anakan. Fase ini dimulai dari pindah tanam sampai tanaman berumur 60 hari setelah sebar, berkisar antara 30 hari sampai 46 hss.  Jika tanam bibit muda maka waktu yang tersedia untuk menghasilkan anakan lebih banyak jika dibandingkan dengan  mengunakan bibit tua (>21 hss). Umumnya beberapa varietas tanaman padi beranak setelah membentuk daun ke 5 atau 15 hari setelah sebar ( Baca tanaman tabela). Jika pindah tanam dengan menggunakan bibit muda (>14 hss)  anakan terbentuk mulai  hari ke 5 s/d hari ke 7 tergantung varietas.

 

Anakan muncul dari tunas aksial (axillary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit ini menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh (emerging), anakan pertama memunculkan anakan sekunder, demikian seterusnya hingga anakan maksimal.

 

Anakan terbentuk dari buku batang primer berbentuk seperti kipas ( kanan dan kiri buku). Umumnya jika kondisi tanaman optimal maka potensi anakan yang terbentuk adalah N? (1x2x2x2x2x2x2 = 64)  dengan asumsi satu priode anakan 6 s/d 7 hari.

 

Pada fase ini saya sarankan agar pemupukan susulan (pemupukan petama/dasar dilakukan dengan pemberian NPK baik tunggal atau majemuk) segera dilaksanakan paling lambat 1 minggu setelah tanam.

 

2.    Fase Generative ( umur 60 hss s/d 90 hss)

 

Stadia reproduktif ditandai dengan memanjangnya ruas teratas pada batang, yang sebelumnya tertumpuk rapat dekat permukaan tanah. Di samping itu, stadia reproduktif juga ditandai dengan berkurangnya jumlah anakan, munculnya daun bendera, bunting dan pembungaan (heading). Inisiasi primordia malai biasanya dimulai 30 hari sebelum heading. Stadia inisiasi ini hampir bersamaan dengan memanjangnya ruas-ruas yang terus berlanjut sampai berbunga. Oleh sebab itu stadia reproduktif disebut juga stadia pemanjangan ruas-ruas.

 

 

Pembungaan (heading) adalah stadia keluarnya malai, sedangkan antesis segera mulai setelah heading. Oleh sebab itu, heading diartikan sama dengan antesis ditinjau dari segi hari kalender.  Dalam suatu komunitas tanaman, fase pembungaan memerlukan waktu selama 10-14 hari, karena terdapat pebedaan laju perkembangan antar tanaman maupun antar anakan. Apabila 50% bunga telah keluar maka pertanaman tersebut dianggap dalam fase pembungaan. Keserangaman pembungaan pada fase ini sangat ditentukan dosis dan macam pupuk yang digunakan pada pemupukan ke 2 dan ke 3.  Pemakaian unsure N yang berlebihan terutama pada pemupukan ke 3 menyebabkan Fase heading tiodak berjalan maksimal karena harus bersaing dengan pembentukan anakan yang masih terbentuk pada rumpun.

 

Antesis telah mulai bila benang sari bunga yang paling ujung pada tiap cabang malai telah tampak keluar. Pada umunnya antesis berlangsung antara jam 08.00 – 13.00 dan persarian (pembuahan) akan selesai dalam 5-6 jam setelah antesis. Dalam suatu malai, semua bunga memerlukan 7-10 hari untuk antesis, tetapi pada umumnya hanya 7 hari. Antesis terjadi 25 hari setelah bunting. Pada masa antesis dilarang melakukan penyemprotan pada tanaman karena akan menganggu jatuhnya benag sari ke kepala putik yang bisa mengakibatkan gagaglnya pembuahan dan meningkatnya biji hampa.

 

Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat diperkirakan bahwa berbagai komponen pertumbuhan dan hasil telah mencapai maksimal sebelum bunganya sendiri keluar dari pelepah daun bendera. Jumlah malai pada tiap satuan luas tidak bertambah lagi 10 hari setelah anakan maksimal, jumlah gabah pada tiap malai telah ditentukan selama periode 32 sampai 5 hari sebelum heading. Sementara itu, ukuran sekam yang terbentuk dipengaruhi oleh radiasi selama 2 minggu sebelum antesis (Matsushima, 1970).

 

3.    Fase Pemasakan( umur 90 hss s/d 120 hss)

 

Periode pemasakan bulir terdiri dari 4 stadia masak dalam proses pemasakan bulir:

 

Ø  Stadia masak susu.

Pada stadia masak susu memiliki ciri- ciri  tanaman padi masih berwarna hijau, tetapi malai-malainya sudah terkulai, ruas batang bawah kelihatan kuning, gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu. Tahap ini paling disukai oleh walang sangit. Pada saat pengisian, ketersediaan air juga sangat diperlukan. Seperti halnya pada fase sebelumnya, pada fase ini diharapkan kondisi pertanaman tergenang 5 – 7 cm.

 

Ø  Stadia masak kuning

Stadia masak kuning memiliki ciri- ciri seluruh tanaman tampak kuning dari semua bagian tanaman, hanya buku-buku sebelah atas yang masih hijau, isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku. Ka berkisar antara 35%. Pada fase ini pengeringan lahan wajib dilakukan.

  

Ø  Stadia masak penuh

Stadia masak penuh memiliki ciri-ciri buku-buku sebelah atas berwarna kuning, sedang batang-batang mulai kering, isi gabah sukar dipecahkan: pada varietas-varietas yang mudah rontok, stadia ini belum terjadi kerontokan. Stadia masak penuh terjadi setelah ± 7 hari setelah stadia masak kuning. Pada stadia ini disarankan melakukan pemanenan karena Ka berkisar antara 25-30 %

 

Ø  Stadia masak mati

Stadia masak mati tanda-tandanya  isi gabah keras dan kering,  varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontok. Stadia masak mati terjadi setelah ± 6 hari setelah masak penuh.

 

B.   Pemupukan Berimbang

 

Akhir-akhir ini berdasarkan hasil ubinan yang ada menunjukkan bahwa produksi yang telah dicapai pada saat ini tidak ada kenaikan produksi dibanding tahun-tahun yang telah lalu, boleh dikatakan produksinya menurun. Kenaikan produksi yang Nampak telah dicapai di tahun 1980 s/d 1985, pada saat itu kita telah mencapai swasembada beras, kita mampu mengexport beras kenegara yang membutuhkan. Adanya kecenderungan penurunan produksi, dapat diistilahkan gejala leveling of, dari hasil penelitian dari para ahli, kondisi ini diakibatkan oleh perlakuan pemupukan yang tidak rasional, kecenderungan pemupukan N yang berlebihan, tidak diimbangi dengan pemberian unsur yang lain yang cukup, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hara tanah yang ada.

 

 

1.    Kebutuhan Hara Tanaman

Tanaman memperoleh makanan dapat berasal dari udara , air, tanah, dan unsure-unsur organik sebagai contoh :

 

Ø  Dari udara dan air tanah : Karbon (C ) Hidrogen ( H ), oksigen (O)

 

Ø  Dari tanah, pupuk buatan dan kotoran hewan : Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur ( S ), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt)

Unsur-unsur tersebut memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan tanaman, masing-masing unsure memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsure yang lain. Dalam hal peningkatan produksi pertanian penggunaan pupuk berimbang sangat penting karena dengan pemberian pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S. dapat meningkatkan produksi padi yang ada.

 

1.    Pengertian Pupuk Berimbang

 

Pupuk berimbang adalah suatu cara pemberian pupuk makro (NPKS ) yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian  unsure hara mikro yang lain. Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S dapat diambil dari pupuk kimia, sedang unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/ kandang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah. 

 

Fungsi & Manfaat Pemupukan Berimbang

 

1.    Pupuk Nitrogen (N) yang dapat berupa Amonium sulfat/ ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH2)2), Amonium nitrat (NH4NO3)

 

Fungsi dari pupuk nitrogen antara lain :

 

·       Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun

·       Membuat warna daun lebih tampak hijau

·       Memperbanyak anakan

·       Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

 

2.    Pupuk P ( Fosfor ) yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP ), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk urea, pupuk ini berfungsi :

 

·       Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan

·       Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah

·       Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

 

3.    Pupuk K ( Kalium) Yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium sulfat (ZK), kalium magnesium sulfat.

 

Fungsi kalium bagi tanman :

 

·       Memperbaiki pertumbuhan tanaman

·       Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit

·       Memperbaiki mutu hasil

 

4.    Dosis Pupuk Berimbang Sebagai Pedoman

Untuk setiap ton gabah yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5kg, P. seanya 3 kg dan K sebanyak 17kg. agar pemberian pupuk dapat efektif dan efisien penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan warna daun (BWD ). Pemupukan P dan K disesuaikan dengan hasil analisis status hara tanah sawah dan kebutuhan tanaman.

 

 

Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan No.40/OT.140/4/2007

 

1.    Apabila menggunakan pupuk tunggal

 Pupuk

Tanpa Organik

Dengan Jerami

5 Ton/ha

Dengan organik 2 ton/ha

Urea

250-350

230-330

200-250

SP 36

50-100

50-100

25-75

Kcl

50-100

0-50

30-80

 

2.    Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk

 Pupuk

Dosis kg/ha

Dosis Kg/Ha

Dosis Kg/Ha

NPK

200

250

300

Urea

185-285

170-270

150-250

Sp36

Kurang 15

s/d surplus P

Surplus P

Surplus P

Kcl

Kurang 50 s/d cukup K

Kurang 40 s/d Surplus K

Kurang 35 s/d Surplus K

 

3.    Anjuran waktu pemupukan

·       Pemupukan I : umur 0-14 hari setelah tanam

·       Pemupukan ke II : umur 21-28 hari setelah tanam

·       Pemupukan ke III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordia

 

Blog Kami

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

STRUKTUR ORGANISASI

AGUS TJAHJONO B
KEPALA UPTD BBTPHBUN
SUKAHAR
STAF TEKNIS
SUTOMO
STAF TEKNIS
MAISIN
STAF TEKNIS
NURUL FADILATHUS S
STAF ADMIN
SUSILO EKA P
STAF TEKNIS
MOKHLAS ADITIYA
STAF ADMIN

Kontak

Berbicara Dengan Kami

Sampaikan Keluhan, Kritik dan Saran anda atas pelayanan kami di sarana pengaduan resmi. Dengan penyampaian keluhan yang terintegrasi , diharapkan respon dan penanganan lebih cepat. Kami berkomitmen menjadikan keluhan, kritik, dan saran masyarakat untuk meningkatkan pelayanan.

Alamat:

Jalan Kembang Joyo, Kalidoro, Pati, Jawa Tengah Kode Pos 59117

Waktu Kerja:

Senin - Kamis : Jam 07:30 - 15:30 WIB dan Jumat : 07:30 - 14:00 WIB

Telephone:

0813 2572 0400

Email:

uptdbalaibenihtphbun@gmail.com

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.